Ketahui 5 Ciri Rumah Gaya Retro dan Perbedaannya Dengan Desain Vintage

Tren retro dan vintage sedang sangat digandrungi akhir-akhir ini. Mulai dari mendengarkan musik lawas, memakai baju dengan fashion 70-an atau 90-an, hingga membawa kenangan masa lalu tersebut ke dalam interior rumah gaya retro. Lalu bagaimana dengan gaya rumah?

Masa lalu tersebut akhirnya bisa memberi inspirasi untuk kehidupan di masa kini, sehingga tren ini juga kembali digandrungi di dunia desain interior. Para pemilik hunian saat ini berlomba untuk menuangkan masa lalu tersebut ke dalam desain retro, atau yang bisa disebut dengan desain interior gaya retro.

Gaya retro sendiri dikenal sebagai salah satu jenis desain dekorasi rumah dengan teknik mengulang gaya yang pernah populer pada masa lalu, terutama tahun 1970-an. Sekilas, gaya desain retro memang sering kali dikaitkan dengan gaya desain vintage. Meski sama-sama mengulang gaya masa lampau, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Era desain vintage dimulai dari tahun 1020-an hingga 1060-an, sedangkan desain retro sendiri muncul pada era 1970-an hingga tahun 1990-an. Gaya retro dan vintage sendiri juga tak jauh dari penggunaan warna. Jika vintage didominasi warna-warna lembut atau pastel, retro memiliki ciri khas warna cerah dan hangat.

Penasaran dengan bagaimana gaya retro yang bisa kamu terapkan di hunianmu? Ketahui ciri-ciri khas rumah gaya retro agar kamu pun bisa merasakan kehangatan kenangan masa lalu di hunian.

Warna cerah dan hangat mencerminkan kepribadian

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, gaya retro memang khas dengan kombinasi warna primer yang eksplosif. Khas dengan warna yang bebas, gaya desain ini bisa menunjukkan kepribadian penghuninya yang mandiri serta ceria.

Untuk skema warna ruangan gaya retro, kamu bisa mengombinasikan warna-warni seperti merah, biru, warna sitrus, hijau dengan warna achromatic white dan hitam sebagai background.

Kamu juga bisa menambahkan karpet warna-warni yang menarik perhatian, serta tempat duduk seperti armchair dengan warna cerah dan bantal bermotif dengan warna yang kontras. Gaya retro juga sering menggunakan motif sederhana seperti bentuk kotak atau geometris.

Tata ruang terbuka untuk kesan luang

Gaya retro sendiri sering kali menerapkan konsep terbuka sehingga ruangan dengan gaya retro terlihat luas dan fleksibel. Biasanya untuk membedakan ruangan satu dengan yang lainnya, hanya perlu ditambahkan sekat ruangan yang bisa dipindah sesuai dengan kebutuhan.

Material revolusioner pada masanya

Gaya retro mengangkat tema tahun 60-an ke 70-an, di mana perkembangan teknologi di dunia pada saat itu menggunakan bahan material furnitur yang tak biasa. Misalkan bahan plastik, bahan vinil hingga fiberglass.

Bahan-bahan tersebut otomatis menjadi bahan utama untuk semua elemen gaya retro seperti kursi, plafon, dinding, lantai dan sebagainya. Tentunya dengan warna-warna hangat seperti yang disebutkan di atas.

Dekorasi yang tak biasa

Salah satu tujuan gaya retro adalah untuk menciptakan suasana yang hangat dan cozy, yang akhirnya membuat orang akan mengisi ruangan dengan barang-barang atau furniture dengan bentuk tak biasa atau memiliki warna yang cerah. Daripada berpaku pada tampilan minimalis atau modern, dekorasi serta perabotan untuk interior gaya retro dipilih berdasarkan ketertarikan atau kenangan pada barang tersebut.

Kamu bisa menciptakan gaya retro di rumahmu sesuai dengan kreativitas yang kamu miliki. Entah itu dengan menambahkan karpet tebal bercorak geometris, yang dikombinasikan dengan furnitur antik dari tahun 70-an, sofa warna jingga, serta wallpaper motif yang memiliki warna mencolok.

Prints dan pattern

Era tahun 70-an memang dikenal sebagai eranya desainer dan seniman pop art. Seperti Andy Warhol, seniman yang memainkan peranan penting dalam desain gaya retro saat itu. Saat itu, Warhol menciptakan karya seni yang sensasional dengan mereproduksi foto selebriti serta iklan-iklan lawas.

Untuk mengubah rumahmu menjadi gaya retro sebenarnya cukup mudah. Misalkan menambah potret pop art Marilyn Monroe atau The Beatles, atau bisa juga dengan menambahkan lukisan wajah dalam berbagai warna cerah sebagai hiasan dinding.

Melihat kelima ciri khas rumah gaya retro di atas, apakah kamu menjadi tertarik untuk menjadikan hunian gaya retro sebagai gaya desain rumah impian?