Gunakan 6 Material Ramah Lingkungan ini Untuk Bangunan

Pemanasan global menjadi isu yang cukup menghawatirkan dari hari ke hari. Kondisi bumi yang semakin mengenaskan setiap harinya mengingatkan kita akan bahaya pemanasan global dan kontribusi manusia terhadap perubahan cuaca yang drastis ini. Beralih ke material ramah lingkungan, misalkan kantong belanja dari kain perca, sedotan bambu, atau peralatan makan kayu, bisa menjadi salah satu cara untuk menunjukkan rasa sayang kita kepada bumi tempat kita tinggal.

Tak hanya untuk keperluan sehari-hari, material ramah lingkungan juga dapat digunakan untuk membangun rumah. Selain membantu mengurangi kontribusi terhadap pemanasan global, hunian juga terasa lebih sejuk dan alami.

Penasaran dengan material ramah lingkungan yang dapat kamu gunakan untuk hunian natural? Yuk, simak daftarnya berikut ini.

Jerami, perlindungan dari panas dan bising

Walaupun jerami sebenarnya sudah cukup lama digunakan untuk menutup bagian atap rumah, akhir-akhir ini jerami semakin populer sebagai material ramah lingkungan, khususnya untuk dinding. Dengan harga yang murah dan mudah ditemukan di pasaran, jerami diletakkan pada ruang antara kolom dan kerangka balok.

Material ramah lingkungan ini merupakan isolator panas yang baik dan juga berfungsi sebagai peredam suara. Dengan demikian, pemilik hunian tidak akan mudah merasa panas di siang hari dan bisa bersantai tanpa suara bising dari luar.

Baja ringan, material antirayap yang tangguh

Pada zaman dulu, orang-orang membangun rumah menggunakan kayu sebagai kerangka atap dan kusen jendela. Namun, kayu tidak dapat dianggap sebagai material ramah lingkungan karena meningkatnya permintaan atas kayu mengakibatkan penggundulan hutan secara massal.

Sebagai alternatif, kamu bisa memanfaatkan rangka atap baja ringan yang tidak kalah kuat dari kayu. Sebagai material ramah lingkungan, baja ringan juga dapat didaur ulang berkali-kali, dan akan menghemat biaya perawatan karena tidak membutuhkan obat antirayap.

Bambu, tampil kukuh dan estetik

Selain baja ringan, ada juga material bambu sebagai material ramah lingkungan pengganti kayu. Salah satu material ramah lingkungan yang kian populer, bambu sendiri sudah dikenal sejak zaman dulu dan sering digunakan karena sangat kuat dalam menopang beban berat, meski bobot bambunya ringan.

Tanaman kesukaan panda ini juga tumbuh dengan cepat di alam bebas sehingga tidak ada kekhawatiran akan berkurangnya stok bambu. Tidak hanya menjadi material ramah lingkungan, tanaman bambu juga bisa meningkatkan nilai estetik pada sebuah bangunan.

Tanah yang dipadatkan, teknik dari nenek moyang

Pernahkah terpikir untuk memanfaatkan tanah yang dipadatkan sebagai material ramah lingkungan untuk membangun rumah? Faktanya teknik ini sudah diterapkan oleh nenek moyang kita sejak ribuan tahun lalu dan terbukti kalau material ini tahan lama.

Tanah yang dipadatkan ini dijadikan sebagai material ramah lingkungan pengganti beton yang kualitas dan kekuatannya tidak kalah saing. Rumah akan terasa lebih sejuk dan alami.

Material ramah lingkungan hempcrete

Dianggap sebagai material ramah lingkungan, hempcrete adalah beton modern yang dibuat menggunakan serat tanaman hemp. Serat tanaman itu dicampur dengan kapur sehingga bentuk adonannya menyerupai beton biasa.

Bobotnya lebih ringan, namun kuat menahan beban berat. Hempcrete ini disebut sebagai material ramah lingkungan karena persediaan tanaman hemp di alam bebas sangat banyak, disebabkan oleh proses pertumbuhan tanaman hemp yang begitu cepat dan berkelanjutan.

Material ramah lingkungan ashcrete

Selanjutnya ada inovasi material ramah lingkungan yang diberi nama ashcrete. Sesuai dengan namanya, ashcrete ini dibuat menggunakan abu terbang yang merupakan produk hasil pembakaran batu bara. Kehadiran ashcrete ini disebut-sebut mampu menggantikan penggunaan semen tradisional dan daya rekatnya sangat kuat.

Silakan mempertimbangkan sejumlah material ramah lingkungan tadi sebelum kamu membangun rumah, demi keasrian lingkungan dan juga kenyamanan saat tinggal di properti rumah.